Memandang dari jauh (nyawang) ternyata jauh lebih nyaman, lebih tenang, lebih bahagia.
Setidaknya rasa rindu ini telah sirna, telah bahagia setidaknya melihat dia baik-baik saja.
Tenang.
Karena nyawang lebih baik daripada kamu bertemunya dan hanya bisu, sama saja kan?
Atau mungkin bertemunya dan malah berujung sakit, nggak mau kan?
Kupikir kamu juga sudah tahu banyak hal yang tak bisa diungkapkan lewat lisan. Terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca. Sekian.
Minggu, 15 Desember 2013
Rabu, 11 Desember 2013
Kamis, 31 Oktober 2013
Ya!
HEY! Aku dapat KUNCI!
Kunci yang kupilih.
Ya, kunci pintumu sudah kuletakkan didepan pintu, kini aku mendapatkan kunci yang lain; pintu me-nye-rah.
Ya, kini aku benar-benar ingin mengikuti alurmu.
Ya, kini aku tidak ingin mengusikmu dengan kata-kata maaf yg membuatmu bising.
Ya, kini aku akan benar-benar menjauh pergi.
Ya, kini aku akan menikmati waktu dengan mimpi-mimpi menusuk itu.
Ya, kamu tidak perlu tahu, intinya mimpi itu datang berkali-kali dengan cerita yang berbeda berinti sama, uh.
Ya, tentang yg kemarin itu kini aku sudah paham, sudah.
Ya, selamat tinggal.
Kunci yang kupilih.
Ya, kunci pintumu sudah kuletakkan didepan pintu, kini aku mendapatkan kunci yang lain; pintu me-nye-rah.
Ya, kini aku benar-benar ingin mengikuti alurmu.
Ya, kini aku tidak ingin mengusikmu dengan kata-kata maaf yg membuatmu bising.
Ya, kini aku akan benar-benar menjauh pergi.
Ya, kini aku akan menikmati waktu dengan mimpi-mimpi menusuk itu.
Ya, kamu tidak perlu tahu, intinya mimpi itu datang berkali-kali dengan cerita yang berbeda berinti sama, uh.
Ya, tentang yg kemarin itu kini aku sudah paham, sudah.
Ya, selamat tinggal.
Selasa, 15 Oktober 2013
Boleh Kuketuk?
Kini aku datang kembali
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Untuk berkunjung sebentar saja, jika boleh
Namun pupus sudah, mendekati pintumu saja aku sudah takut
Dari luar saja sudah tak sehangat dulu
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Kuncinya memang belum pernah kamu ambil
Tapi aku merasa tidak sopan jika masuk begitu saja tanpa ijinmu
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Terlalu banyak firasat
Terlalu banyak ketakuan
Terlalu banyak kecanggungan
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Untuk berkunjung sebentar saja, jika boleh
Namun pupus sudah, mendekati pintumu saja aku sudah takut
Dari luar saja sudah tak sehangat dulu
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Kuncinya memang belum pernah kamu ambil
Tapi aku merasa tidak sopan jika masuk begitu saja tanpa ijinmu
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Terlalu banyak firasat
Terlalu banyak ketakuan
Terlalu banyak kecanggungan
Senin, 30 September 2013
Move On
Move on itu ga segampang ngomongnya
Ga segampang nargetinnya
Ga segampang mikirinnya.
Move on itu butuh waktu
Walaupun yang satu udah reteng
Walaupun yang satu yang mengakhiri
Walaupun yang satu kelihatannya benci
Walaupun yang satu kelihatannya udah ga peduli
Tapi dibalik semua itu tersirat kangen dan berujung gagal move on, mungkin.
Katanya, yang bikin gagal move on itu kenangannya.
Ga segampang nargetinnya
Ga segampang mikirinnya.
Move on itu butuh waktu
Walaupun yang satu udah reteng
Walaupun yang satu yang mengakhiri
Walaupun yang satu kelihatannya benci
Walaupun yang satu kelihatannya udah ga peduli
Tapi dibalik semua itu tersirat kangen dan berujung gagal move on, mungkin.
Katanya, yang bikin gagal move on itu kenangannya.
Rabu, 04 September 2013
Meninggalkan itu Sederhana
Ya, meninggalkan atau pergi itu memang sederhana.
Se-sederhana kamu ngebalik telapak tangan.
Se-sederhana kamu bernafas
Se-sederhana kamu numpang wifi gratis
Se-sederhana kamu kelaperan tengah malem
Se-sederhana apapun itu
Sederhana saat sesuatu itu pergi, tapi sangat rumit merasakan kehilangannya.
Se-sederhana kamu ngebalik telapak tangan.
Se-sederhana kamu bernafas
Se-sederhana kamu numpang wifi gratis
Se-sederhana kamu kelaperan tengah malem
Se-sederhana apapun itu
Sederhana saat sesuatu itu pergi, tapi sangat rumit merasakan kehilangannya.
Senin, 29 Juli 2013
Orang Asing, Lagi.
Bukan seperti lagunya Secondhand Serenade.
Aku tidak memanggilmu 'orang asing' aku tidak meng-orang asing-kan mu, tetapi kamu yang meng-orang asing-kan ku. Apa mungkin ini hanya anggapan atau perasaanku saja?
Aku sudah mengingatkan, kita sudah bicarakan, dewasalah dalam bersikap, ini bukan seperti kesepakatan awal. Seharusnya cycle itu tidak terjadi bukan? Ah sudahlah, mungkin ini jalan kebahagiaanmu. Namun sepertinya lebih baik tidak mengenalmu daripada saat ini menjadi orang asing bagimu. Buruk.
Sabtu, 27 Juli 2013
Hai Sayang
Hai sayang
Apa kabar?
Apa ingat?
Apa masih peduli?
Apa masih terpikir?
Hai sayang
Masih termemori?
Masih kau miliki?
Masih kau rasa?
Apa kabar?
Apa ingat?
Apa masih peduli?
Apa masih terpikir?
Hai sayang
Masih termemori?
Masih kau miliki?
Masih kau rasa?
Langganan:
Postingan (Atom)