Kini aku datang kembali
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Untuk berkunjung sebentar saja, jika boleh
Namun pupus sudah, mendekati pintumu saja aku sudah takut
Dari luar saja sudah tak sehangat dulu
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Kuncinya memang belum pernah kamu ambil
Tapi aku merasa tidak sopan jika masuk begitu saja tanpa ijinmu
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Terlalu banyak firasat
Terlalu banyak ketakuan
Terlalu banyak kecanggungan
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Bahkan hanya mengintip saja aku sudah senang
Senang melihatmu ada disana
Karena aku sudah lupa kapan terakhir kali aku melihatmu
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Aku hanya ingin berkunjung, sungguh
Hanya ingin kau membukanya kembali untukku
Ya, hanya untuk berkunjung dan melihat senyummu, lagi
Boleh kuketuk pintumu lagi?
Aku tidak pernah meninggalkannya
Maksudku pikiranku
Aku selalu memikirkan ruangmu
Hanya ragaku yg pergi
Hanya butuh refreshing
Bukan ke pintu yg lain, hanya bermain diluar sejenak
Namun kebablasan hinggan se-asing ini
Boleh kuketuk kembali?
Hanya untuk berkunjung dan mengobrol saja
Setidaknya meluruskan hal-hal janggal ini saja
Boleh kuketuk kembali?
Agar kita bisa menikmati minuman istimewa itu
Kau dengan Kopi hangatmu
Dan aku dengan Espresso-ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar